Tag Archives:
java
![]() |
| Add caption |
JEMBATAN SURAMADU merupakan Proyek Jembatan Terbesar Pertama di Indonesia (dengan panjang sekitar 5,3 Km) yang menghubungkan antara Dua Pulau yaitu Pulau Madura dan Pulau Jawa Pembangunan proyek yang dimulai sejak tahun 2001 dan selesai tahun 2009 ini pembangunannya dipercayakan kepada konsorsium 4 BUMN Konstruksi dengan track record jembatan-jembatan terbesar di Indonesia, termasuk di dalamnya PT. Hutama Karya.
![]() |
| Add caption |
Selama ini transportasi antara Madura-Pulau Jawa hanya mengandalkan transportasi laut/kapal feri yang kondisinya sudah sangat jenuh, dan hal ini dapat dilihat dari panjangnya antrian kendaraan yang akan menyeberang. Tentunya dengan adanya jembatan ini, akan diperoleh kelancaran transportasi antara dua pulau tersebut dan sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan Madura.
Tarif masuk Jembatan Suramadu sudah ditetapkan. Kendaraan roda empat golongan I ditetapkan Rp 30 ribu dan sepeda motor ditetapkan sebesar Rp 3 ribu.
Jember Fashion Carnaval adalah sebuah even karnaval busana yang setiap tahun digelar di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Karnaval ini digagas oleh Dynand Fariz yang juga pendiri JFC Center.
![]() |
| Add caption |
![]() |
| Add caption |
Dengan berorientasi pada trend fashion dunia yang dibalut pesona budaya Indonesia, pelaksanaan JFC setiap tahunnya berjalan sukses. Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2003 lalu, Jember Fashion Carnival terus mendapat sorotan dari media internasional di setiap perhelatannya. Bagaimana tidak, karnaval ini merupakan yang terbesar nomor 4 di dunia setelah Mardi Grass di New Orleans di Amerika Serikat, Rio De Jeneiro Carnaval di Brazil, dan Fastnatch Koln di Jerman.
Sebagai salah satu karnaval terbesar di dunia, Jember Fashion Carnival tentu saja tidak menyuguhkan hal yang biasa-biasa saja. Karnaval ini akan menjadikan jalan raya dalam kota sebagai catwalk sepanjang 3,6 km. Catwalk tersebut termasuk yang terpanjang di dunia dimana menjadi etalase hidup dari ratusan maha karya berupa desain adibusana spektakuler yang berakar pada budaya Indonesia.
![]() |
| Add caption |
Di Kampung ini selain karena banyak orang sehari-harinya berbicara bahasa Inggris , memang terdapat banyak sekali kursusan bahasa Inggris.
![]() |
| Add caption |
Pada pertengahan tahun 2011, tercatat sudah sekitar 100 Lembaga Kursus beroperasi di Kampung Inggris. Bahkan kampung ini seperti sudah menjadi pusat pembelajaran bahasa Inggris terbesar di Indonesia. Dengan banyaknya lembaga kursus tersebut maka tak heran kalau banyak orang bicara bahasa Inggris dimana-mana, yang tak lain dan tak bukan adalah murid/guru dari lembaga – lembaga kursus di sana.
Semuanya berawal dari didirikannya lembaga kursus yang bernama BEC (Basic English Course) oleh seorang penduduk pendatang yang bernama Pak Kallen.
| Add caption |
| Add caption |
Pada awal berdirinya fasilitas yang dimiliki sangat terbatas, karena hanya berlokasi di teras masjid yang diperuntukkan untuk anak-anak desa yang kurang menguasai bahasa inggris. Selanjutnya di rumah-rumah yang membolehkannya mengajar, dan akhirnya sampai memiliki gedung sendiri. begitulah perjuangan Pak Kallen yang konsisten dan pantang menyerah hingga mengantarkan BEC menjadi begitu terkenal dan lulusannya diakui kualitasnya. Hal inilah yang mengundang banyak pendatang dari seluruh nusantara untuk belajar bahasa Inggris disana. Sampai-sampai tidak ada tempat lagi di BEC untuk menampung para calon murid tersebut.
![]() |
| Add caption |
Pabrik rokok Gudang Garam Kediri didirikan pada 26 Juni 1958 oleh Tjoa Ing Hwie. Sebelum mendirikan perusahaan Gudang Garam Kediri, di saat berumur sekitar dua puluh tahun, Ing Hwie mendapat tawaran bekerja dari pamannya di pabrik rokok Cap 93 yang merupakan salah satu pabrik rokok terkenal di Jawa Timur pada waktu itu. Berkat kerja keras dan kerajinannya dia mendapatkan promosi dan akhirnya menduduki posisi direktur di perusahaan tersebut.
Pada tahun 1956 Ing Hwie meninggalkan Cap 93. Dia membeli tanah di Kediri dan memulai produksi rokok sendiri, diawali dengan rokok kretek dari kelobot dengan merek Inghwie. Setelah dua tahun berjalan Ing Hwie mengganti nama perusahaannya menjadi Pabrik Rokok Tjap Gudang Garam.
Hingga saat ini Gudang Garam Kediri memiliki Total Kurang lebih 40.000 Karyawan. Pada kawasan idustri ini dilengkapi dengan jalur hijau dan taman-taman serta lapangan golf yang selain berfungsi sebagai kawasan konservasi/hutan kota juga sebagai kegiatan rekreasi untuk umum. Yang sekarang sedang diselesaikan pembangunannya adalah Kebun Binatang Mini di dekat kawasan Golf.
Kota Surabaya adalah ibu kota Provinsi Jawa Timur, Indonesia sekaligus menjadi kota metropolitan terbesar di provinsi tersebut. Kota Surabaya juga merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di kawasan Indonesia bagian timur.
Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta., pada tanggal 10 November 1945 banyak para pejuang kemerdekaan gugur melawan penjajah, sehingga dikenal dengan nama Kota Pahlawan. Kota ini dahulunya merupakan pusat perdagangan bagi kerajaan Majapahit, Singosari, dan Kediri. Terletak di muara sungai Brantas, Surabaya secara resmi didirikan pada tahun 1293 di tempat pertarungan legendaris antara hiu (sura) dan buaya (baya).
Surabaya dulunya merupakan gerbang Kerajaan Majapahit, yakni di muara Kali Mas. Bahkan hari jadi Kota Surabaya ditetapkan sebagai tanggal 31 Mei 1293. Hari itu sebenarnya merupakan hari kemenangan pasukan Majapahit yang dipimpin Raden Wijaya terhadap pasukan kerajaan Mongol utusan Kubilai Khan.
Saat ini Surabaya menjadi kota industri modern, pusat ekonomi dan perdagangan Jawa Timur, dan juga sebagai rumah bagi TNI Angkatan Laut. Surabaya memiliki luas daerah terbesar kedua setelah Jakarta. Dalam hal populasi serta perdagangan, kota inipun bukan tempat yang sepi kegiatan. Surabaya memiliki jumlah penduduk kira-kira 3 juta jiwa, sehingga Anda tidak akan pernah merasa kesepian di kota ini.
Kota ini mewakili percampuran berbagai budaya Jawa dengan pembangunan industri modern. Bagi pengunjung, tujuan wisata utama di Surabaya diantaranya adalah kebun binatang dan museum Sampoerna. Dengan tersedianya jembatan baru, Suramadu, yang menghubungkan Surabaya dengan Pulau Madura di arah utaranya, Anda juga dapat mengunjungi Madura dimana Anda dapat merasakan kesenangan dan ketegangan dalam acara khas karapan sapi. Kota ini juga merupakan tempat ideal untuk mengawali petualang ke tujuan wisata lain yang terdapat di Jawa Timur seperti Gunung Bromo atau menikmati hawa sejuk di pegunungan Malang dan keindahan alam di dataran tinggi Ijen.
Alat transportasi yang terdapat di Surabaya adalah taksi, bemo(angkot), dan bus kota.
Bus kota adalah angkutan paling populer di Surabaya. Bemo beroperasi di rute berbeda yang dinamai A, B, C dll.
Bandara di Surabaya bernama Juanda (SUB). Banyak rute penerbangan domestik dan Internasional yang menggunakan bandara Surabaya sebagai tempat transit.
Tahun 2014 dengan walikotanya Tri Rismaharini, Surabaya Masuk Nominasi Kota Terbaik Dunia, versi Asosiasi Kota-Kota Dunia yang bermarkas di London, Inggris.
Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta., pada tanggal 10 November 1945 banyak para pejuang kemerdekaan gugur melawan penjajah, sehingga dikenal dengan nama Kota Pahlawan. Kota ini dahulunya merupakan pusat perdagangan bagi kerajaan Majapahit, Singosari, dan Kediri. Terletak di muara sungai Brantas, Surabaya secara resmi didirikan pada tahun 1293 di tempat pertarungan legendaris antara hiu (sura) dan buaya (baya).
Surabaya dulunya merupakan gerbang Kerajaan Majapahit, yakni di muara Kali Mas. Bahkan hari jadi Kota Surabaya ditetapkan sebagai tanggal 31 Mei 1293. Hari itu sebenarnya merupakan hari kemenangan pasukan Majapahit yang dipimpin Raden Wijaya terhadap pasukan kerajaan Mongol utusan Kubilai Khan.
Saat ini Surabaya menjadi kota industri modern, pusat ekonomi dan perdagangan Jawa Timur, dan juga sebagai rumah bagi TNI Angkatan Laut. Surabaya memiliki luas daerah terbesar kedua setelah Jakarta. Dalam hal populasi serta perdagangan, kota inipun bukan tempat yang sepi kegiatan. Surabaya memiliki jumlah penduduk kira-kira 3 juta jiwa, sehingga Anda tidak akan pernah merasa kesepian di kota ini.
Kota ini mewakili percampuran berbagai budaya Jawa dengan pembangunan industri modern. Bagi pengunjung, tujuan wisata utama di Surabaya diantaranya adalah kebun binatang dan museum Sampoerna. Dengan tersedianya jembatan baru, Suramadu, yang menghubungkan Surabaya dengan Pulau Madura di arah utaranya, Anda juga dapat mengunjungi Madura dimana Anda dapat merasakan kesenangan dan ketegangan dalam acara khas karapan sapi. Kota ini juga merupakan tempat ideal untuk mengawali petualang ke tujuan wisata lain yang terdapat di Jawa Timur seperti Gunung Bromo atau menikmati hawa sejuk di pegunungan Malang dan keindahan alam di dataran tinggi Ijen.
Alat transportasi yang terdapat di Surabaya adalah taksi, bemo(angkot), dan bus kota.
Bus kota adalah angkutan paling populer di Surabaya. Bemo beroperasi di rute berbeda yang dinamai A, B, C dll.
Bandara di Surabaya bernama Juanda (SUB). Banyak rute penerbangan domestik dan Internasional yang menggunakan bandara Surabaya sebagai tempat transit.
Tahun 2014 dengan walikotanya Tri Rismaharini, Surabaya Masuk Nominasi Kota Terbaik Dunia, versi Asosiasi Kota-Kota Dunia yang bermarkas di London, Inggris.
![]() |
| Add caption |
Banyak warga yang berjubel di sepanjang jalan di Desa Pamenang Kec. Pagu Kabupaten Kediri.
Prosesi diawali dengan arak Pusaka dari Balai Desa Pamenenag menuju Pamuksan Sria Aji Joyoboyo yang dikawal oleh Para sesepuh, emban dan pemuda-pemuda berpakaian adat jawa. Upacara ritual diantaranya Caos Dahar (Tabur Bunga) yang dilakukan oleh gadis- gadis untuk penghormatan kepada Sang Prabu Sri Aji Joyoboyo.
| Add caption |
Bertaburnya bunga melati di seluruh pelataran pamuksan dan dupa kemeyan yang dibakar menambah suasana sakral amat terasa, bunga melati yang warnanya putih melambangkan kesucian walaupun bunganya kecil mampu menebarkan keharuman.
Nasi tumpang adalah masakan asli daerah Kediri. Nasi tumpang adalah nasi yang menggunakan kuah berupa sambal tumpang.Sambal tumpang sendiri merupakan sambal yang dibuat dengan bahan baku tempe yang sudah basi (tempe bosok) dan dimasak dengan ayam serta kadang-kadang rambak (kulit sapi). Cara penyajiannya sama persis dengan nasi pecel yang sudah populer.
Tidak semua tempe bisa digunakan. Hanya daerah tertentu yang dapat menghasilkan tempe yang dapat basi sesuai dengan yang diinginkan. Tempe daerah Malang juga tidak bisa digunakan sebagai bahan sambel tumpang, karena tidak bisa basi sesuai dengan kriteria sambal tumpang. Kalaupun dipaksakan dibuat bahan, maka rasanya tidak dapat sesedap aslinya.
Nasi tumpang populer di daerah Kediri dan sekitarnya dan digunakan sebagai menu sarapan pagi, dijual di warung-warung makan di pagi hari yang hanya menjual nasi pecel dan nasi tumpang. Di pusat kota Kediri, tepatnya di Jalan Dhoho, setiap malam di atas pukul 21.00 WIB, setelah pertokoan tutup, seluruh trotoar di jalan itu menjadi warung lesehan nasi pecel dan nasi tumpang.
Fenomena munculnya pulau baru di pantai Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Madura, pada pertengahan bulan Januari 2013, mengejutkan masyarakat sekitarnya.
Beberapa pendapat dari kalangan masyarakat awam mempercayai bahwa kejadian ini merupakan kejadian langka yang menyiratkan kepercayaan mistik karena hanya terjadi dalam satu malam saja. Pendapat lain dari beberapa ilmuwan (walaupun belum ditunjang data, fakta, alasan logis, ataupun hasil kajian saintifik), menduga-duga sebagai salah satu fenomena geologi yang dikait-kaitkan dengan geologi zona Rembang yang dikenal sebagai kawasan terangkat (continued uplift).
Ciri zona Rembang adalah bentuk pola struktur lipatan berarah barat-timur yang melampar dari Jawa Tengah bagian utara sampai ke Madura. Selain itu, muncul juga dugaan adanya kegiatan mud volkano yang aktif kembali atau fenomena gunung lumpur jika dikaitkan dengan dengan kejadian lahirnya gunung lumpur Sidoarjo, dan gunung lumpur di Gresik, Jawa Timur, beberapa waktu yang lalu yang kebetulan berada pada zona satuan tektonik geologi yang sama yaitu puncak struktur lipatan (antiklin).
Bentuk pulau baru ini memanjang berarah timur-barat, kecuali bagian ujung-ujung pulau berbentuk melengkung kearah selatan. Luas pulau baru ini dihitung dari data hasil pengukuran Global Positioning System (GPS) pada garis pantai baru adalah sekitar 5.800 m2 atau 0,58 hektar, panjang pulau 224 m, lebar rata-rata 25 m merupakan daratan baru yang terbentuk dari dari timbunan material rombakan koral dengan berbagai ukuran. Ketinggian punggung pulau ini sekitar 3,2 m di atas datum sebagai basemen pulau. Basemen pulau baru yang muncul ke permukaan laut pada saat surut merupakan rataan terumbu di bawah permukaan laut rata-rata berbentuk memanjang sekitar 400 m.
Pada material pembentuk pulau ini banyak ditemukan bongkahan terumbu koral mati (jenis Acropora) ukuran besar sampai diameter 1,3 m menyerupai bentuk jamur tetapi pada posisi yang terbalik, yaitu bagian akar dan batang berada di atas sengkan bagian mahkotanya berada di bawah, seolah-olah telah terdorong dan terangkut dari tempat asalnya (bukan bongkah insitu).
According to the 2000 census, East Java has 34 million inhabitants, estimated to increase to 37.4 million in 2010, making it the second most populous Indonesian province after West Java. The inhabitants are predominantly ethnically Javanese.
Native minorities include migrants from nearby Madura, and distinct Javanese ethnicities such as the Tengger people in Bromo, the Samin and the Osing people in Banyuwangi. East Java also hosts a significant population of other ethnic groups, such as Chinese, Indians, and Arabs. In addition to the national language, Indonesian, they also speak Javanese. Javanese as spoken in the western East Java is a similar dialect to the one spoken in nearby Central Java, with its hierarchy of high, medium, and low registers. In the eastern cities of Surabaya, Malang, and surrounding areas, a more egalitarian version of Javanese is spoken, with less regard for hierarchy and a richer vocabulary for vulgarity.
Madurese is spoken by around 15 million ethnic Madurese, and is concentrated in Madura Island, Kangean Islands, Masalembu Islands, eastern East Java, and East Java's larger cities.
Religion
Hinduism and Buddhism once dominated the island, however, with the arrival of Islam, Hinduism was gradually pushed out in the 14th and 15th century (see the spread of Islam in Indonesia). The last nobles and loyalists of the fallen empire of Majapahit fled from this point to Bali. Islam spread from northern cities in Java where traders from Gujarat, India brought with them Islam. The eastern part of East Java, from Surabaya to Pasuruan, and the cities along the coast, and back to Banyuwangi to Jember, is known as the "horseshoe area" in context with earlier Muslim communities living there.
Native minorities include migrants from nearby Madura, and distinct Javanese ethnicities such as the Tengger people in Bromo, the Samin and the Osing people in Banyuwangi. East Java also hosts a significant population of other ethnic groups, such as Chinese, Indians, and Arabs. In addition to the national language, Indonesian, they also speak Javanese. Javanese as spoken in the western East Java is a similar dialect to the one spoken in nearby Central Java, with its hierarchy of high, medium, and low registers. In the eastern cities of Surabaya, Malang, and surrounding areas, a more egalitarian version of Javanese is spoken, with less regard for hierarchy and a richer vocabulary for vulgarity.
Madurese is spoken by around 15 million ethnic Madurese, and is concentrated in Madura Island, Kangean Islands, Masalembu Islands, eastern East Java, and East Java's larger cities.
Religion
Hinduism and Buddhism once dominated the island, however, with the arrival of Islam, Hinduism was gradually pushed out in the 14th and 15th century (see the spread of Islam in Indonesia). The last nobles and loyalists of the fallen empire of Majapahit fled from this point to Bali. Islam spread from northern cities in Java where traders from Gujarat, India brought with them Islam. The eastern part of East Java, from Surabaya to Pasuruan, and the cities along the coast, and back to Banyuwangi to Jember, is known as the "horseshoe area" in context with earlier Muslim communities living there.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Latest
Comments
About Me
- Uong Jowo
- Uong Jowo was Born In Surabaya, March 1971. I'm A Blogger Templates Designer and a Converter Wp Themes to Blogger Template.













